Kediri, sebuah kota yang berada di wilayah provinsi jawa timur,merupakan kota terbesar ketiga setelah Surabaya dan Malang. Disebut dengan julukan kota Tahu karena banyak sekali penjual tahu dan tahu kuning menjadi ciri khasnya. Di Kediri juva dikenal sebagai perdagangan utama Rokok dan Gula terbesar di Indonesia. PT.Gudang Garam Tbk juga berdiri dan berkembang di kota Kediri. Gudang garam menjadi penopang mayoritas perekonomian masyarakat Kediri. Gudang garam sendiri menyumbangkan pajak dan cukai yang relatif besar kepada pemerintahan kota. Disini banyak juga pabrik pembuatan tahu,ada bermacam-macam olahan tahu yang dijual disini misalanya tahu kuning, tahu putih, stik tahu, kembang tahu, kerupuk tahu dan masih banyak lagi. Pusat produksi tahu yang berada di sepanjang jalan Yos Sudarso ini sudah berdiri sejak tahun 1950.Hingga saat ini ada sedikitnya 20 merek tahu kuning antara lain POO,LTT,GTT,PONG,dan lain-lain. Kota kediri juga menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas ekonomi.
Di Kediri juga memiliki ikon yang cukup unik yaitu Monumen Simpang Lima Gumul, bangunan ini dibangun pada tahun 2003 menyerupai dengan bangunan yang berada di kota Paris Perancis yaitu Arc De triompe. Di simpang lima gumul ini juga terdapat arena bermain untuk anak-anak dan juga tempat rekreasi yaitu Gumul Paradise Island. Di simpang lima gumul juga sering diadakan parade budaya dan tari seribu barong untuk memperingati HUT Kediri.
Kediri juga memiliki budaya asli yaitu Jaranan atau disebut juga kuda lumping. Asal mula adanya kesenian ini adalah dari dongeng masyarakat Kediri yaitu ketika sang putri kediri yang memounyai paras cantik yang bernama Dyah Ayu Songgolangit yang mengadakan sayembara untuk para raja atau pangeran yang ingin mempersuntingnya, isi dari sayembara tersebut adalah "barang siapa yang dapat membuat tontonan yang belum ada di muka bumi dan apabila digelar akan meramaikan seluruh jagat raya. Maka diciptakanlah kesenian jaranan pada saat itu menjadi tontonan masyarakat Kediri yang diprakarsai oleh Prabu Klono Swandono yang merupakan raja dari Bantar Angin yang berhasil mempersunting sang Putri Kediri.
Tidak kalah penting, Kediri juga terdapat petilasan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terletak di desa Menang Kecamatan Pagu. Petilasan ini dibagi menjadi dua yaitu pamuksan Joyoboyo dan sendang Tirtokamandanu. Mengingat bahwa tokoh Joyoboyo adalah tokoh yang sakti maka banyak masyarakat yang datang ke petilasan untuk meminta berkah.
Kediri juga memiliki banyak wisata meliputi wisata keluarga, wisata alam, dan wisata sejarah. Lalu apa aja sih wisata yang ada di Kediri. Cekidot, ini dia:
-Wisata Alam:
1.Gua Selomangleng
2.Gunung Klotok
3.Bukit Maskumambang
-Wisata Rekreasi Keluarga:
1.Hutan Joyoboyo
2.Kediri Waterpark
3.Taman Sekartaji
4.Monumen Simpang Lima Gumul
5.Gumul Paradise Islan
-Wisata Sejarah meliputi:
1.Gerejah Merah
2.Gereja Pohsarang
4.Masjid Agung
5.Klenteng Tjo Hwie Kiong
![]() |
| GUA SELOMANGLENG |
![]() |
| GUNUNG KLOTOK |
![]() |
| BUKIT MASKUMAMBANG |
![]() |
| GUMUL PARADISE ISLAND |
![]() |
| KEDIRI WATERPARK |
![]() |
| TAMAN SEKARTAJI |
![]() |
| GEREJA MERAH |
![]() |
| GEREJA POHSARANG |
![]() |
| Klenteng Tjo Hwie Kiong |
![]() |
| MASJID AGUNG KEDIRI |
![]() |
| HUTAN JOYOBOYO |
![]() |
| Festival Seribu Barong |


















Komentar
Posting Komentar